Baja Ringan di Tahun 2020

Pada artikel kali ini saya akan mengajak anda untuk melihat bagaimana perkembangan industri Baja Ringan di Indonesia. Masyarakat Indonesia sudah mengenal baja ringan sejak beberapa tahun yang lalu, di awal kemunculannya baja ringan masih belum banyak diminati . Pada tahun 2019 baja ringan sudah dikenal luas oleh masyarakat Indonesia sebagai material yang cocok untuk iklim di Indonesia karena sifat bahan yang lebih unggul dibandingkan material kayu.

Dengan munculnya banyak produsen Baja Ringan di Indonesia menjadikan profesi ini sebagai lahan dengan persaingan yang kuat dan seimbang . Para produsen lawas termotivasi untuk mengembangkan namanya menjadi lebih besar dan mengikuti perkembangan jaman. ASIBRI ( Asosiasi Baja Ringan Indonesia ) mengatakan bahwa ada lebih dari 400 perusahaan baja ringan sejak awal tahun 2000.

baja ringan di dusun semilir semarang

 

 

Penggunaan baja ringan di dusun Semilir Semarang.

Namun, perkembangan industri baja ringan di Indonesia masih dipengaruhi oleh beberapa kejadian di berbagai tempat di Indonesia seperti bangunan SD yang roboh dan kesalahan terletak di komunikasi antar pekerja lapangan. Maka dari itu para pekerja lapangan diharuskan mencari produsen baja ringan yang sudah mempunyai SNI dan produsen baja ringan pun diharuskan untuk secara transparan memberikan informasi terhadap produk mereka sehingga tidak terjadi kesalahpahaman yang dapat merugikan banyak produsen lainnya.

Prediksi ASIBRI

Di awal tahun 2020 ini, ASIBRI ( Asosiasi Baja Ringan Indonesia ) memprediksi bahwa industri baja ringan di Indonesia akan tetap tumbuh dan menjadi salah satu industri terbesar di Indonesia. Masih banyak konsumen di Indonesia yang mempercayakan bahan ini untuk membangun rumah atau pabrik karena melihat keunggulan yang dimiliki oleh material tersebut, antara lain :

  1. Dilihat dari namanya, baja ringan adalah material bangunan yang ringan dibanding kayu maupun baja konvensional.
  2. Baja ringan dapat menahan deformasi yang terjadi karena mampu menerima kelenturan, beban kejut, dan beban geser sehingga bentuk strukturnya pun bisa lebih fleksibel,berbeda dengan kayu atau baja konvensional yang bersifat keras dan etas, yang akan langsung patah apabila dikenai beban kejut.
  3. Harga yang relatif murah dibandingkan kayu menjadikannya pilihan konsumen Indonesia yang selalu mencari material murah namun kuat dan tahan lama.
  4. Baja ringan dilapisi oleh lapisan anti karat ( coating ) yang dinamakan galvalume atau galvanized yang terdiri dari campuran seng , alumunium , dan silikon yang membuat material ini dapat tahan dari karat hingga 10 tahun.
  5. Baja ringan mempunyai bentuk yang sudah presisi dan konsisten sehingga proses pemasangan menjadi lebih cepat. Penyambungan antar material pun menjadi lebih mudah karena hanya diperlukan baut, keling atau las.

Dengan telah disebutkannya beberapa kelebihan dari material baja ringan, masyarakat Indonesia yang sudah mengerti tentang baja ringan maupun masyarakat awam akan selalu melihat potensi yang diberikan material tersebut untuk pemakaian jangka panjang sehingga penggunaan material baja ringan akan lebih dilirik untuk tahun 2020 ini.